Sejarah PGMI

Studi PGMI resmi memperoleh Izin Operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal 30 Januari 2023. Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Institut Agama Islam Hasan Jufri INHAFI Bawean karena untuk pertama kalinya lembaga ini membuka program studi yang secara khusus mencetak pendidik dasar Islam yang profesional dan berdaya saing.

Pasca diterbitkannya izin operasional, Program Studi PGMI mulai menyelenggarakan proses penerimaan mahasiswa baru dan pembelajaran dengan berlandaskan visi besar untuk “Menjadi program studi unggul dan kompetitif dalam pengembangan keilmuan pendidikan dasar Islam berbasis nilai pesantren untuk mencetak guru MI/SD profesional, pengembang bahan ajar, peneliti pemula, dan edupreneur bidang pendidikan dasar tahun 2045.” Pada tahap awal pengelolaannya, PGMI INHAFI Bawean fokus membangun fondasi kelembagaan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, dan perluasan jejaring kerja sama dengan madrasah, sekolah dasar, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya baik di Bawean maupun luar daerah.

Pendekatan ini dilakukan agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi. Kehadiran Program Studi PGMI tidak hanya menjadi respon atas kebutuhan pendidikan lokal, tetapi juga sebagai bentuk komitmen INHAFI Bawean dalam menjaga peran strategis pesantren dan lembaga pendidikan islam dalam mencetak generasi cendekiawan muslim yang beriman, berilmu, dan berkarakter. Dengan fondasi sejarah yang kuat dan visi masa depa yang jelas, Program Studi PGMI INHAFI Bawean berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan dasar islam yang unggul, relevan dengan kebutuhan zaman, dan tetap berakar pada tradisi keilmuan pesantren sebagai identitas utama.