Stop Cyberbullying: Membangun Komunitas Digital yang Islami di MINU 36 Assyafiiyah Sumberwaru

MINU 36 Assyafiiyah Sumberwaru menjadi tuan rumah kegiatan edukatif bertajuk “Stop Cyberbullying: Membangun Komunitas Digital yang Islami” yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean (INHAFI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya penguatan literasi digital berlandaskan nilai-nilai keislaman di lingkungan pendidikan dasar.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala MINU 36 Assyafiiyah Sumberwaru, Ibnu Hajar, S. Sos, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan karakter di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan pembinaan akhlak dan etika bermedia sosial agar peserta didik mampu menjadi generasi yang cerdas secara digital sekaligus berkepribadian Islami.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri dari dosen PGMI INHAFI, yaitu Khofifuddin, M. Pd sebagai pemateri pertama dan Guntur, M. Pd sebagai pemateri kedua. Dalam pemaparannya, Khofifuddin, M. Pd menekankan bahwa cyberbullying merupakan bentuk penyimpangan perilaku sosial di ruang digital yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, khususnya prinsip akhlaq al-karimah, ukhuwah, dan tanggung jawab moral. Ia mengajak peserta didik untuk menjadikan media digital sebagai sarana dakwah, pembelajaran, dan penyebaran kebaikan.

Sementara itu, Guntur, M. Pd menyoroti aspek edukatif dan preventif dalam menghadapi cyberbullying. Ia menjelaskan bahwa literasi digital Islami tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis penggunaan media, tetapi juga pada kesadaran etis, empati sosial, serta kemampuan menyaring informasi secara kritis dan bertanggung jawab sesuai ajaran Islam.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari peserta didik. Salah satu peserta, Nabil Alfian, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai bahaya cyberbullying dan pentingnya menjaga adab dalam berinteraksi di media sosial. Ia mengaku semakin termotivasi untuk menggunakan teknologi digital secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGMI INHAFI, yang berperan aktif dalam membantu teknis pelaksanaan dan pendampingan peserta. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pihak madrasah ini menjadi wujud nyata kolaborasi akademik dalam membangun komunitas digital yang sehat, edukatif, dan Islami.
Melalui kegiatan Stop Cyberbullying ini, diharapkan peserta didik MINU 36 Assyafiiyah Sumberwaru mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan digital yang aman, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital.